With a combination of creativity and state-of-the-art tools, thinking and practices, AVENEW delivers different strategy to improve knowledge and skills. Our training program build on our real experience across a wide variety of industries, project types and project management challenges.

Thursday, August 20, 2009

Studi Kelayakan Stasiun Kereta


LATAR BELAKANG

Bandara Soekarno-Hatta yang sampai saat ini sering dibicarakan ¬terutama karena kesemrawutannya: tukang parkir, porter, pedagang dan taksi yang tak dapat ditertibkan adalah cermin negara tercinta ini. Bandara, seperti juga banyak diungkap, adalah pintu gerbang suatu daerah. Apalagi diembel-embeli 'internasional', yang menjadikannya pintu gerbang suatu negara. Bila sekarang Bandara Soekarno-Hatta (BSH) sudah terasa sesak dan mungkin agak kurang nyaman, pada tahun 2009 hal itu diharapkan mulai dapat diatasi. Pasalnya, pihak manajemen PT. Railink, Tbk telah mendapat restu dari Menneg BUMN untuk melakukan pengembangan, yakni melakukan perluasan terminal bandara. Pengembangan bandara itu juga akan didukung oleh transportasi cepat dan nyaman, berupa kereta api (KA) khusus bandara yang dikelola PT Railink, Tbk . PT. Railink, Tbk ini adalah gabungan dari 2 perusahaan yaitu PT. Angkasa Pura II dan PT. KAI, dengan persentase masing-masing adalah 40 % untuk PT. Angkasa Pura II sedangkan 60 % untuk PT. KAI. Yang menjadi permasalahan adalah, bagaimana pengembangan bandara, bila kemudian lahannya terkesan makin terdesak. Dan seiring peningkatan jumlah penumpang yang saat ini rata-rata sekitar 83,5 ribu orang per tahun, jika akhir 2007 jumlah penumpang sudah sekitar 36 juta, maka tahun 2009 jumlah penumpang diperkirakan sekitar 42 juta dengan asumsi rata-rata penambahan per tahun tiga juta penumpang akan dibangun sarana transportasi massal, sebagai alternatif menuju ke bandara. Sarana itu diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas sekitar 30-35 persen. Sebenarnya, pada 23 Desember 1986 diterbitkan Kepres No. 64 Tahun 1986 tentang Pengendalian Tanah dan Ruang Udara di Sekitar Bandar Udara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta, dengan maksud untuk pengamanan lahan pengembangan bandara dan pengendalian tata ruang wilayah di sekitarnya. Tapi dalam implementasinya, khususnya untuk pengamanan lahan pengembangan bandara, ternyata tak cukup efektif. Berbagai benturan kepentingan terjadi, antara pengelola bandara, pemerintah daerah dan pengguna jasa, juga pengusaha di sekitar bandara. Belum lagi penduduk sekitar, yang dengan kondisi ekonomi terpuruk, makin tak terkendalikan. Diakui, pengelola bandara cenderung berada di pihak yang kalah, karena kepentingannya untuk masa datang, sementara yang dihadapi kepentingan pengusaha atau masyarakat untuk saat ini. Belum lagi perubahan fungsi bandara yang semula hanya sebagai fasilitas pelayanan umum, menjadi industri bandar udara. Memang cukup mendesak untuk terus mencari solusi, dengan suatu strategi pengelolaan lahan pengembangan bandara yang menjadikannya suatu kawasan bisnis, yang dikelola bersama antara pengelola bandara, Pemda dan pengusaha swasta. Rupanya ada harapan, privatisasi menjadi salah satu solusi tersebut. Privatisasi akan dilaksanakan, karena adanya kebijakan Pemerintah di era reformasi bahwa semua BUMN berkewajiban melakukan privatisasi. Artinya, mengikutsertakan peran swasta dalam penyertaan modal dan saham . Saat pengembangan transportasi di kawasan Cengkareng Soekarno-Hatta lebih menguntungkan dengan menggunakan kereta api. Selain itu ada implementasi Undang-undang Perkeretaapian No 23 Tahun 2007. ”Kereta api, di mana pun di dunia ini, adalah untuk transportasi publik dan didukung penuh negara untuk kemakmuran dan kepentingan ekonomi rakyatnya,” kata Dirut PT KA Ronny Wahyudi. KA bandara ini diharapkan menjadi alternatif pilihan transportasi bagi penumpang menuju bandara dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Menurut Menhub kereta api memiliki keunggulan yaitu lebih terjamin ketepatan waktunya. Ia memperkirakan dengan adanya kereta bandara ini maka sekitar 30% dari total penumpang di bandara akan tertampung yaitu sekitar 20 juta penumpang per tahun dengan kapasitas 4 juta/tahun sudah bisa dioperasikan . Kereta api bandara direncanakan dimulai dari Stasiun Manggarai, Dukuh Atas, Tanah Abang, Duri atau langsung ke Grogol, dilanjutkan ke Pesing, Rawa Buaya, Kali Deres dan Bandara Soekarno-Hatta terminal 1 dan terminal 2. Panjang lintasan dari Manggarai hingga bandara Soekarno-Hatta mencapai 30-33 kilometer. Rencananya, kereta bandara itu akan menggunakan jalur ganda (double-double track(DDT)). Dengan jumlah penumpang sebesar itu, sangat tidak mungkin bila hanya mengandalkan jalan tol, karena saat ini saja frekuensi kendaraan yang masuk sudah sangat tinggi. KA Bandara adalah alternatif paling strategis untuk mendukung kelancaran frekuensi penumpang transportasi udara.


MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan feasibility study ini yaitu untuk mengetahui apakah bisnis railway station yang akan akan kami jalankan layak untuk dikembangkan, sehingga dapat menguntungkan secara finansial.

PS: Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8. Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Saturday, August 15, 2009

Studi Kelayakan Rest Area


LATAR BELAKANG

Bandung memiliki posisi strategis dalam sumbangannya di Pulau Jawa khususnya Provinsi Jawa Barat dan sekitarnya. Hal tersebut disebabkan karena Bandung adalah titik pertemuan jalan-jalan provinsi yang menghubungkan Ibukota Bandung dan area produksi disekeliling Bandung. Jarak perjalanan yang dahulu ditempuh dari Jakarta hingga Bandung yaitu sekitar 3 jam perjalanan mobil kini tidak lagi, karena telah dibangun Jalan Tol Cipularang (Cileunyi, Purwakarta, Padalarang) yang konstruksinya dilakukan sangat cepat dalam rangka menghadapi KAA (Konferensi Asia Afrika) menghubungkan Cikampek dengan Bandung hanya dalam waktu 2 jam. Dengan kemudahan tersebut banyak penduduk dari Jakarta dan wilayah Jawa Barat lainnya meniKmati akhir minggunya di Bandung. Iklim yang sejuk dengan temperature rata-rata harian tertiinggi 28,2 derajat celcius, dan hawa pegunungan nan segar membuat Bandung diminati sebagai area favorit untuk bermukim serta ideal bagi kota wisata dan pusat perbelanjaan (Sekilas Kota Bandung, 2006).

Bandung juga dinilai merupakan kota yang “beruntung” karena kota ini cukup dekat dengan Jakarta dan mengalami imbas dari pertumbuhan ekonomi yang pesat. Untuk memberikan fasilitas yang baik kepada para pengunjung Kota Bandung, Kota Bandung juga membangun fasilitas-fasilitas tambahan yang memberikan kenyamanan, berupa Factory Outlet, Mall, Hotel, Restaurant, dan daerah wisata/ outbound. Bahkan sejak Tol Cipularang dibangun, pelaku bisnis rest area/ tempat peristirahatan juga tidak ketinggalan untuk melebarkan sayap menawarkan fasilitas-fasilitas lain selain SPBU untuk menambah kenyamanan para pengunjung Kota Bandung. Sejumlah pengusaha berlomba-lomba menginvestasikan pundi-pundi keuangannya untuk membangun rest area mirip mall yang dilengkapi fasilitas ( SPBU, ATM, kantin, restoran, toilet, sarana ibadah, dsb).


Pertumbuhan rest area beberapa tahun belakangan ini sudah disadari oleh Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol. Sejak beberapa tahun lalu sejumlah rest area /tempat peristirahatan mulai dibangun di beberapa ruas jalan tol antar kota atau antar provinsi. Hasilnya kini rest area menjadi bisnis yang menggiurkan, hal ini didasarkan pada data Lalu Lintas Jasa Marga pada tahun 2008 dimana jumlah kendaraan yang melintas per tahun yaitu 54.513.579 kendaraan atau sekitar 1.494.010 kendaraan/hari, dengan kemungkinan kendaraan yang mengunjungi rest area sejumlah 207.070 kendaraan/hari, dan meningkat sebanyak 3% setiap tahunnya. Disebabkan kebutuhan pasar yang sangat besar, kami sebagai pelaku bisnis sangat tertarik untuk membangun rest area dengan menyediakan fasilitas super lengkap mulai dari SPBU, restaurant dan café bertaraf international, kantin yang menyajikan menu tradisional dan jajanan tradisional, sarana ibadah, toilet, cuci mobil, ATM, tempat parkir. Perencanaan pembangunan rest area pada Jalan Tol Cipularang arah Bandung Jakarta Km 100 dilakukan karena belum terdapat rest area dengan fasilitas-fasilitas yang sebaik kami tawarkan beserta pemandangan yang begitu indah sebelumnya. Dengan pembangunan rest area pada Jalan Tol Cipularang arah Bandung Jakarta Km 100 diharapkan mampu menambah kenyamanan pengguna jalan tol untuk melepas lelah dan beristirahat dengan segala keperluan yang terdapat pada fasilitas pendukung rest area.


MAKSUD DAN TUJUAN

Pada dasarnya maksud dan tujuan dilakukan studi kelayakan ini adalah untuk mengetahui apakah suatu bisnis layak atau tidak untuk dijalankan. Biasanya studi kelayakan ini dibuat sebagai gambaran awal atau sebagai patokan untuk menghindari risiko-risiko yang buruk terjadi, seperti misalnya kegagalan usaha tersebut karena belum mempelajari kondisi pasar di lokasi tempat usaha tersebut dibangun. Dalam melakukan studi kelayakan ini, terdapat tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan Menghindari risiko kerugian. Untuk mengatasi risiko kerugian di masa mendatang, karena di masa mendatang akan dating semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan namun ada juga yang tidak dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan risiko yang ada. Memudahkan perencanaan.Dengan peramalan yang dilakukan sebelumnya, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan.Dengan perencanaan yang matang maka akan lebih terarah dan fokus. Memudahkan pengawasan dan pengendalian.Begitu pula halnya dengan proses pengawasan, proses pengawasan akan menjadi lebih mudah karena segala pelaksanaan sudah ada jalurnya dan polanya sudah jelas. Dan pengendalian terhadap masalah-masalah yang muncul juga dapat dilakukan dengan lebih mudah. Sedangkan maksud dan tujuan mendirikan rest area pada Jalan Tol Cipularang arah Bandung Jakarta Km 100 bagi konsumen adalah mampu menambah kenyamanan pengguna jalan tol untuk melepas lelah dan beristirahat dengan segala fasilitas pendukungnya, dan bagi pemilik fasilitas adalah dapat memberikan keuntungan bagi pemilik fasilitas.

PS:

Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Sekolah Swasta



EXECUTIVE SUMMARY

SD Islam Al-Azhar Depok merupakan salah satu sekolah dasar islam di Kota Depok yang menawarkan kualitas pendidikan umum berbasis keislaman yang baik. Sekolah dasar islam ini berada di bawah Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar (YPIA) yang berlokasi di daerah kebayoran baru, Jakarta Selatan. Sekolah dasar islam ini menggunakan standar kurikulum nasional yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan tetap mengaplikasikan prinsip-prinsip keislaman secara konkret. Sekolah islam ini rencananya akan di banguan di lahan kosong yang terdapat di Jl. Ir. Juanda, Depok, yang merupakan salah satu lokasi yang strategis yang terdapat di Kota Depok. Kehadiran sekolah dasar islam Al-Azhar di Kota Depok diharapkan mampu melayani kebutuhan masyarakat Kota Depok dalam hal penyediaan sarana pendidikan dasar berbasis keislaman yang memiliki kualitas pendidikan yang baik dan sudah dibuktikan dengan citra Al-Azhar sebagai salah satu perintis pendidikan berbasis keislaman di Indonesia.


LATAR BELAKANG

Di zaman sekarang ini, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Pendidikan tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu hak mendasar yang harus diterima oleh setiap manusia. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan manusia, maka akan semakin besar pula kualitas pendidikan yang diharapkan.
Tersedianya sarana pendidikan yang berkualitas dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip keislaman merupakan salah satu permintaan mendesak yang harus dipenuhi saat ini, khususnya di Kota Depok, yang sebagian besar penduduknya adalah beragama islam. Ukuran kualitas dari sautu sarana pendidikan dapat diukur dari kurikulum pengajaran yang diterapkan, kemampuan fasilitator / tenanga pengajar yang ada, dan fasilitas fisik penunjang yang tersedia.
Berdasarkan data kesejahteraan penduduk Kota Depok tahun 2006, terlihat bahwa jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki tingkat kesejahteraan menengah ke atas mencapai 72 % dari total penduduk. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa sebagaian besar penduduk Kota Depok berada pada level kesejahteraan menengah ke atas.Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan ketersediaan sarana pendidikan berbasis keislaman yang memiliki kualitas pendidikan yang baik di Kota Depok. Saat ini terdapat 548 sekolah dasar di Kota Depok, namun tidak lebih dari sepuluh sekolah dasar yang memiliki kualitas pendidikan seperti yang diharapkan masyarakat.
Begitu pula dengan jumlah sekolah dasar islam di Kota Depok yang hanya berjumlah tidak lebih dari 10 sekolah dasar islam. Berdasarkan jumlah tersebut, hanya ada dua sekolah islam yang memiliki kualitas pendidikan yang baik di mata masyarakat Kota Depok. Selain itu, jumlah kuota yang diterima di sekolah islam tersebut sangat terbatas untuk setiap tahunnya, mengakibatkan banyak peminat yang belum dapat diterima.
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas, maka kami berencana untuk mengembangkan “SD Islam Al-Azhar Depok” yang terletak di salah satu lokasi strategis di Kota Depok, Jalan Ir. H. Juanda. Sekolah islam ini berada di bawah Yayasan Al-Azhar yang berpusat di Kebayoran, Jakarta Selatan.
Kehadiran “SD Islam Al-Azhar Depok” ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat islam di Kota Depok, sebagai salah satu alternatif pilihan sekolah dasar islam yang memiliki kualitas pendidikan yang sudah teruji dan memiliki citra yang baik di masyarakat islam Indonesia saat ini.


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan penyusunan feasibility study ini yaitu untuk mengetahui apakah proyek pembangunan SD Islam Al-Azhar Depok yang akan kami kembangkan layak untuk dilaksanakan, sehingga dapat melayani kebutuhan masyarakat Kota Depok dalam bidang pendidikan dasar yang berbasis keislaman, serta dapat memberikan keuntungan secara finansial.

PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Town House

LATAR BELAKANG

Telah dioperasikannya jalan TOL JORR (Jakarta Outer Ring Road) semenjak tahun 1997-saat ini telah membuat pertumbuhan bisnis yang luar biasa disepanjang jalan TOL tersebut, baik itu gedung perkantoran, pusat hiburan (mall), sekolah, pusat belanja, rumah sakit, dll. Hal ini sangat berdampak akan kebutuhan tempat tinggal bagi orang-orang yang ingin dekat dengan pusat-pusat tersebut. Tempat tinggal yang dimaksud yaitu seperti Apartment dan Perumahan Real Estate seperti yang telah berkembang didaerah Bintaro dan BSD City.

Kabupaten tangerang sebagai wilayah yang bersinggungan langsung dengan propinsi DKI Jakarta akan terkena dampak langsung dari rencana pengembangan sistem moda transportasi terpadu ini. Salah satu dampak positif yang terlihat adalah menjamurnya pertumbuhan perumahan real estate maupun cluster/town house diwilayah tersebut. Sesuai peruntukkannya bahwa wilayah tersebut untuk perumahan tentu akan membantu meningkatkan PDRB dari kabupaten tanggerang.

Pertumbuhan perumahan cluster yang mempunyai konsep one gate system dan perumahan real estate sangat berkembang pesat disekitar wilayah tersebut. Perumahan-perumahan yang sudah berkembang disekitar wilayah tersebut antara lain :Nerada Town House, Palm Spring, Cendrawasih Town House, Pines Residence, Beranda Pondok Cabe, Beranda Rempoa, Cirendeu Lakeside, Puri Cirendeu Indah, Grand Residence, dll. PT. REKATAMA KONSTRUKSINDO selaku konsultan perencana bekerja sama dengan Bapak I Nyoman Kardha selaku pemilik lahan mencoba melakukan kerjasama pengembangan cluster de’Uma 42 untuk dapat berpartisipasi mengembangkan wilayah tersebut, sehingga dapat menguntungkan secara finansial.


MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

Maksud dari pekerjaan ini adalah melakukan studi kelayakan pengembangan cluster de’Uma 42 di wilayah Kabupaten Tanggerang yang dapat dijadikan sebagai landasan kerja bagi pihak-pihak terkait dalam merealisasikan pembangunannya.

Tujuan dari pekerjaan ini adalah membantu pihak-pihak terkait untuk memperoleh gambaran atas rencana pengembangan cluster de’Uma 42, terutama gambaran kelayakan fisik yang diterjemahkan dalam kelayakan finansial. Disamping itu juga dukungan ekonomi masyarakat disekitar cluster de’Uma 42.

Sasaran dari pekerjaan ini adalah :
  • Terdata seluruh potensi sumberdaya alam dan komoditas unggulan yang mendukung pengembangan cluster secara baik dan benar.
  • Terumuskan jenis pelayanan prasarana, sarana, dan infrastruktur yang menunjang bagi pengembangan cluster
  • Terumuskan potensi market growth opportunity eksisting dan peluangnya di masa mendatang
  • Terformulasikan kelayakan teknis dan operasional pengembangan cluster
  • Terumuskan dukungan informasi, pengetahuan dan teknologi terkait pengembangan cluster
  • Teridentifikasinya kemampuan pendanaan dan sistem pembiayaan pengembangan oleh pengembang

Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program pascasarjana untuk mata kuliah estimasi biaya proyek konstruksi.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Hotel


LATAR BELAKANG

Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan nyata konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kejiwaan dan faktor luar lainnya yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang/jasa yang diinginkannya. Perilaku konsumen suatu produk dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keyakinan konsumen terhadap produk yang bersangkutan, keyakinan terhadap reference serta pengalaman masa lalu konsumen.
Konsumen yang memiliki kegiatan dalam perjalanan jauh yang membutuhkan suatu tempat penginapan namun bersifat temporer, terdapat permintaan adanya jasa penginapan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Hotel adalah suatu bidang usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, untuk setiap orang yang menginap, makan, memperoleh pelayanan dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran.
Bisnis Hotel merupakan salah satu perusahaan yang saat ini berupaya berusaha memperoleh konsumen yang baru dan mempertahankannya, serta berpotensi sebagai lahan bisnis yang layak untuk dilakukan.
PT. Young Engineers, Tbk. berencana untuk membangun sebuah Hotel Alexandria berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang merupakan pusat tekstil terbesar di Asia tenggara dan tempat yang banyak dikunjungi pengusaha domestik maupun luar negeri. Penginapan sebagai tempat transit dan pertemuan dengan rekan bisnis adalah kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi. Rencana pembangunan hotel baru ini dilatarbelakangi oleh keinginan investor untuk menginvestasikan dana yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang setimpal. Untuk menganalisa kelayakan pembangunan hotel baru tersebut, PT. Young Engineers, Tbk. membentuk tim yang diberi tugas untuk melakukan studi kelayakan proyek pembangunan Hotel baru tersebut. Dengan adanya laporan feasibility study ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan rekomendasi kepada investor tentang proyek yang dikaji apakah benar-benar layak atau tidak dilihat dari berbagai aspek.


MAKSUD DAN TUJUAN

Studi kelayakan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan hotel baru di daerah Tanah Abang. Hasil studi ini diharapkan bermanfaat bagi para stakeholder untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek pembangunan hotel tersebut dikemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Hasil studi ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi manajemen maupun calon kreditur dalam melaksanakan penilaian yang mendalam dan sistematis terhadap proyek ini sebagai dasar pengambilan keputusan untuk pelaksanaan proyek termasuk besarnya kredit yang dapat diberikan.


PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Driving Range

Latar Belakang

Dapat kita lihat orang dengan ekonomi menengah keatas dituntut untuk menjalin suatu jaringan atau hubungan baik dengan relasi baik untuk hubungan bisnis. Umumnya suatu cara mereka menjalin hubungan baik adalah dengan masuk kedalam hobi dari orang-orang tersebut. Uniknya kebiasaan atau hobi dari orang – orang dari kalangan ekonomi menengah keatas adalah bermain golf. Hal ini menuntut orang – orang yang baru dan akan masuk kedalam jaringan atau golongan ekonomi keatas mulai menyelami hobi daripada kebanyakan orang golongan atas yaitu golf. Oleh karena itu perlu sekali adanya suatu fasilitas dimana orang dapat belajar dan dapat melatih dirinya untuk terjun kedalam dunia golf. Dengan memperhatikan kebiasaan – kebiasaan tersebut maka kami melihat suatu peluang usaha yang cocok dengan lahan yang dimiliki dimana tidak memerlukan lahan yang terlampau luas untuk memenuhi kebiasaan tersebut yaitu sebuah driving range yang kami namakan sesuai dengan lokasi dimana usaha ini akan bertempat yaitu “CBD Bintaro Jaya Golf”
Sesuai namanya, driving range ini memang ditujukan sebagai salah satu fasilitas pendukung areal CBD(Central Business District) Bintaro Jaya. CBD merupakan suatu lokasi pusat bisnis di daerah Jakarta selatan dimana alur lalu lintas tren ekonominya sedang berkembang. Seiring perkembangannya, hal ini menuntut pelakunya semakin menambah kebiasaannya seperti perilaku para pebisnis kelas atas dimana mereka lebih sering memilih olahraga golf dalam menjalin kerjasama dan dalam mengolah kebugaran tubuh mereka. Dibangunnya tempat usaha ini diharapkan juga dapat menaikkan nilai dan citra dari lokasi area Bintaro. Sebagai dasar benchmark, dilakukan analisa pemasaran dari penjualan unit rumah pada perumahan gading serpong pada saat dibangun driving range di areal perumahan tersebut. Dari jumlah penjualan unit rumah, terlihat pada saat pembangunan driving range selesai pada tahun 1995 terjadi lonjakan penjualan yang signifikan.
Namun sesuai dengan tujuan daripada driving range, tempat ini bukanlah diharapkan menjadi tempat berkumpulnya para pebisnis dalam membahas kerjasama antar sesame pebisnis, melainkan tempat dimana mereka dapat berlatih dalam menjaga kemampuan mereka bermain golf ataupun belajar bermain menyesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Bola yang digunakan dalam driving range ini akan disesuaikan dengan bola asli supaya mereka dapat dengan mudah menyesuaikan di kondisi sesungguhnya.


Maksud dan Tujuan

Studi kelayakan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan Driving Range di daerah Bintaro. Hasil studi ini diharapkan bermanfaat bagi para stakeholder untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek pembangunan Driving Range tersebut di kemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Penyusunan studi kelayakan ini dilakukan secara sistematis yang akan mengevaluasi dan menganalisa dari aspek teknis, aspek pasar, aspek manajemen dan aspek keuangan. Hasil studi ini diharapkan akan bermanfaat bagi manajemen maupun calon kreditur dalam melaksanakan penilaian yang mendalam dan sistematis terhadap proyek ini sebagai dasar pengambilan keputusan untuk pelaksanaan proyek termasuk besarnya kredit yang dapat diberikan.

PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Supermarket


LATAR BELAKANG
Siapapun tidak membantah, kondisi ekonomi nasional dan global sesungguhnya belum pulih. Namun di tengah situasi pesimistis tersebut kiranya ada fenomena menarik. Bisnis supermarket kini tengah menggeliat. Di Indonesia terutama kota Jakarta, hipermarket dan supermarket baru justru banyak bermunculan. Geliat ini dapat kita amati pada salah satu raksasa hipermarket yakni Carrefour yang asyik membangun outlet di lima wilayah DKI Jakarta. Tidak hanya didalam negeri, itupun yang terjadi pada pasar di luar negeri. Salah satu perusahaan dengan omset terbesar didunia adalah walmart, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang supermarket. Dalam peraturannya, supermarket atau minimarket boleh melaksanakan penjualan secara eceran (satuan unit). Oleh karena itu, masyarakat dari semua kalangan ekonomi dapat berbelanja di supermarket dengan harga yang relatif terjangkau. Melihat dari fakta dan permintaan masyarakat yang cukup besar, walaupun banyak cabang bisnis yang sedang lesu, bisnis hipermarket sangat menjanjikan, mampu bersaing dan berprospek sangat baik.


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari studi ini adalah melakukan penelitian terhadap bisnis supermarket dari berbagai aspek seperti aspek pasar dan pemasaran, teknis, manajemen, hukum dan ekonomi, sehingga diharapkan masyarakat lebih mampu mempelajari lebih jauh mengenai bisnis supermarket ini. Tujuannya agar para investor dapat memilih dengan baik alternatif bisnis apa yang sebaiknya dikembangkan disaat kondisi ekonomi nasional yang masih labil dan belum pulih serta dapat mampu bersaing dengan usaha sejenis.

PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Sport Center


LATAR BELAKANG

Pertumbuhan bisnis kebugaran dan spa di Indonesia terus meningkat sekitar 30 % per tahun, berdasarkan data pertumbuhan tahun 2003 dan 2004. Untuk saat ini perkiraannya sudah meningkat mencapai 60 % karena banyak gedung perkantoran dan mal baru yang menyediakan fitness centre and spa sesuai kebutuhan pasar.

Kehadiran sport centre atau pusat kebugaran berlokasi di pusat perbelanjaan barangkali merupakan refleksi dari fenomena kehidupan kota besar sekaligus geliat pertumbuhan bisnis properti. Rutin bertandang ke pusat kebugaran alias fitness centre menjadi salah satu cara masyarakat perkotaan menjaga kebugaran tubuhnya. Tak sedikit pula yang tertarik berlatih di fitness centre untuk body building atau untuk membentuk tubuh agar berotot. Bahkan, boleh dibilang olah kebugaran ini telah menjadi gaya hidup masyarakat sekarang. Adanya demand atau kebutuhan dari konsumenlah yang mendorong semakin menjamurnya sport centre di pusat perbelanjaan.

Berdasarkan hal – hal yang telah dikemukakan di atas, maka rencananya akan dikembangkan sport centre di Margo City. Sport centre ini diharapkan dapat menjadi tambang emas karena didirikan di tempat yang cukup tepat, mengingat pangsa pasarnya adalah para mahasiswa, professional muda, dan keluarga. Pada hari kerja mungkin nantinya pengunjungnya kebanyakan adalah para mahasiswa dan professional muda. Para mahasiswa yang sibuk dengan tugas – tugas kuliahnya maupun para professional muda yang cukup dipusingkan dengan urusan bisnisnya dapat menyegarkan kembali pikirannya di sini sekaligus menjaga kebugaran tubuh juga, mengingat dewasa ini sudah menjadi salah satu trend bagi orang – orang yang di kota besar melepas penat dengan mengunjungi Mall walaupun hanya melihat – lihat suasana saja. Sedangkan pada hari libur atau weekend yang menjadi incaran adalah keluarga – keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburnya dengan berbelanja tanpa melupakan kebugaran tubuh tentunya, sehingga dengan adanya sport centre ini kedua hal tersebut dapat dilakukan tanpa mengorbankan keduanya.


Puluhan ribu mahasiswa yang menimba ilmu di Universitas Indonesia dan Gunadarma di kawasan Depok, Jawa Barat, agaknya menjadi salah satu alasan mengapa investor berani membangun pusat perbelanjaan di Kota Depok. Margo City, Depok Town Square, dan ITC yang lokasinya di Jalan Margonda Raya, mengincar pangsa pasar mahasiswa dan keluarga.

Investor yang membangun pusat perbelanjaan lebih dulu menyurvei penduduk Kota Depok sebelum menanamkan investasi miliaran rupiah di sini. Rata-rata pendapatan masyarakat Depok di tahun 2006 adalah 2 juta per kepala keluarga. Hal ini merupakan suatu indikasi yang baik disebabkan oleh karena tingginya angka tersebut bila dibandingkan UMR (Upah Minimum Regional) di Jawa Barat yakni sebesar Rp 788.000,00 dan ditambahkan kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) Rp 890.000,00 untuk kaum buruh. Selain itu, Depok juga dikenal sebagai kota mahasiswa, yang pasti butuh tempat berbelanja, hiburan, dan gaya hidup.


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan feasibility study ini yaitu untuk mengetahui apakah bisnis sport centre yang akan akan kami jalankan layak untuk dikembangkan, sehingga dapat menguntungkan secara finansial.


PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Rusunawa


Latar Belakang

Seperti yang dapat kita lihat, di negara maju ini, masyarakat dituntut untuk bekerja lebih keras dan memanfaatkan setiap waktu yang ada. Bahkan bagi seorang pekerja jika perlu waktu makan siang dan jam pulang kantor pun dapat digunakan untuk berbisnis guna meningkatkan profit perusahaan dan menjadi lebih produktif. Hal seperti ini biasanya akan membuat seorang pekerja berada di bawah tekanan yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan stress, dan kinerja pun dapat menurun. Begitu pula dengan mahasiswa yang dituntut untuk belajar lebih keras sehingga tidak ada waktu untuk bersantai, karena persaingan kerja yang semakin ketat menuntut para mahasiswa untuk bersaing memperebutkan nilai terbaik guna mendapatkan posisi kerja yang terbaik. Dengan memperhatikan kebiasaan masyarakat yang seperti ini, kami melihat sebuah peluang investasi yang cukup menjanjikan dari bidang usaha yang kami pilih, sehingga kami memutuskan untuk mendirikan sebuah coffee shop yang kami namakan “The Prince Coffee Shop”.

Mengapa dinamakan The Prince Coffee Shop? The Prince, yang artinya pangeran, disini melambangkan setiap service yang kami sediakan oleh manajemen coffee shop adalah dengan memberikan kehangatan dan ketulusan hati terhadap pelanggan layaknya melayani seorang pangeran, sehingga kami selalu berusaha untuk mengerti dan memahami keadaan psikologi setiap individu, dengan menempatkan diri dalam posisi setiap individu yang menjadi target pasar kami. Selain itu, kami berusa mencari dan mencoba memenuhi apa yang dapat meringankan beban mereka, apa yang mereka butuhkan agar di sela-sela kesibukan mereka pun tetap dapat menikmati indahnya hidup ini, kami melakukan semuanya dengan ketulusan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tetapi tercermin secara nyata dalam setiap service yang kami sediakan, dalam keharuman setiap cangkir kopi yang kami sajikan, dalam suasan coffee shop yang membawa kedamaian dan ketenangan, kami menyediakan semua yang terbaik untuk customer, dan yang berasal dari hati kami yang terdalam yang bisa kami berikan.


The Prince Coffee Shop, sebuah coffee shop yang dapat memberikan suasana baru yang dapat menenangkan pikiran dan jiwa, dengan rasa kopi yang beraneka ragam, keharuman kopi yang menggiurkan, disertai dengan menu pelengkap yang menggoda selera, serta didukung dengan suasan nyaman yang tercipta dari interior coffee shop yang kami tata sedemikian rupa sehingga memancarkan ketenangan dan kenyamanan serta berada dalam alam terbuka, diiringi dengan musik lembut yang dapat menciptakan suasana tenang bagi peminat yang berada di dalamnya. Coffee shop ini juga kami rancang sedemikian rupa hingga bisa dijadikan tempat untuk berbicara masalah bisnis karena dilengkapi dengan akses free hot spot untuk internet, sekedar duduk sambil menikmati suasana, perkumpulan mahasiswa, acara keluarga, ataupun sebagai tempat sarapan dan bersantai di sore hari.

Selain itu, The Prince Coffee shop juga menyediakan service guna memenuhi kebutuhan masyarakat di jam-jam sibuk dengan disediakannya beberapa Mobile Coffee Shop. Sebuah kendaraan yang membawa seluruh kehangatan coffee shop dan dapat ditemui di beberapa titik tempat keramaian yang banyak dikunjungi orang terutama dalam jam-jam sibuk seperti di daerah perkantoran dan perkuliahan. Membagikan kenyamanan, kehangatan serta kesegaran yang dibutuhkan masyarakat di saat jam-jam sibuk mereka. Kendaraan yang didesain sedemikian menarik yang mencerminkan arti terdalam dari “The Prince Coffee Shop” itu sendiri. Dengan segala cintanya yang dibawa bersama dan dibagikan kepada setiap individu yang ditemui, Mobile Coffee shop ini menyediakan berbagai macam minuman kopi baik hangat maupun dingin.

Tujuan

Studi ini dimaksudkan untuk menganalisa secara jelas dan detail semua aspek dari segala bidang guna mencari tahu kelayakan dan manfaat bagi masyarakat dalam usaha pendirian sebuah usaha bisnis coffee shop, dan mengetahui apakah bisnis ini merupakan investasi yang menguntungkan atau tidak. Tujuan dari studi kelayakan ini adalah untuk menghindari terjadinya risiko kegagalan atau mengurangi kemungkinan keterlanjutan investasi yang merugikan. Dan tujuannya dibuat usaha coffee shop ini adalah untuk menyediakan service yang menyediakan tempat kumpul sambil menikmati harumnya dan kehangatan kopi guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sela-sela kesibukan mereka.

PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Resort



LATAR BELAKANG

Kepulauan Seribu semula merupakan sebuah kecamatan di wilayah Kotamadya Jakarta Utara. Berdasarkan UU No. 34 Tahun 1999 statusnya ditingkatkan menjadi kabupaten administrasi. Pembentukan kabupaten administrasi ini juga telah disahkan dengan Peraturan Pemerintah No. 55 tanggal 3 Juli 2001.
Kegiatan ekonomi yang menonjol di Kepulauan Seribu adalah pariwisata, pertambangan, dan budidaya sumber daya laut. Sebagai salah satu kegiatan yang menonjol, pariwisata mempunyai peluang yang besar untuk berkembang. Letaknya yang dekat dengan daratan DKI Jakarta dapat menarik orang-orang Jakarta untuk menghabiskan akhir minggunya di Kepulauan Seribu.
Selain itu daya tarik wisata yang dimiliki Kepulauan Seribu berbeda dengan daerah tujuan wisata yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Terumbu karangnya yang indah (walaupun 80% sudah rusak), penangkaran penyu, penginapan di tengah laut dan lainnya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Saat ini orang-orang daratan Jakarta lebih senang menikmati akhir minggunya di kota –kota sekitar Jakarta, seperti Bogor dan Bandung.
Hal ini disebabkan antara lain mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk berwisata di Kepulauan Seribu. Melihat peluang yang besar bagi kegiatan wisata di Kepulauan Seribu untuk berkembang maka perlu dilakukan pengkajian terhadap kondisi kegiatan wisata di Kepulauan Seribu.
Maka dari itu, PT. BJR Inc. berencana untuk membangun sebuah resort yang bernama Banjar Resort yang berlokasi di Pulau Putri, Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Resort sebagai tempat rekreasi adalah salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Rencana pembangunan resort ini dilatarbelakangi oleh keinginan investor untuk menginvestasikan dana yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang setimpal. Untuk menganalisa kelayakan pembangunan resort baru tersebut, PT. BJR Inc. membentuk tim yang diberi tugas untuk melakukan studi kelayakan proyek pembangunan resort baru tersebut. Dengan adanya laporan feasibility study ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan rekomendasi kepada investor tentang proyek yang dikaji apakah benar-benar layak atau tidak dilihat dari berbagai aspek.


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan feasibility study ini yaitu untuk mengetahui apakah resort yang diajukan oleh owner layak untuk dikembangkan, sehingga dapat menguntungkan secara finansial.
Hasil studi ini diharapkan bermanfaat bagi para stakeholder untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek pembangunan resort tersebut dikemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana. Hasil studi ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi manajemen maupun calon kreditur dalam melaksanakan penilaian yang mendalam dan sistematis terhadap proyek ini sebagai dasar pengambilan keputusan untuk pelaksanaan proyek termasuk besarnya kredit yang dapat diberikan.

Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Rumah Sakit Ibu & Anak


LATAR BELAKANG

Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin hari semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan tahun 2000-2025 yang menunjukkan bahwa untuk Indonesia secara umum, jumlah penduduk akan mengalami peningkatan dari 205,1 juta di tahun 2000 menjadi 273,1 juta di tahun 2025. Dan untuk wilayah DKI Jakarta khususnya, pertumbuhan penduduk akan meningkat dari sebesar 8,361 juta pada tahun 2000 menjadi 9,259 juta pada tahun 2025.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kita membutuhkan adanya fasilitas dan sarana yang dapat melayani kelahiran yang akan terjadi. Salah satu fasilitas tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak yang khusus menangani ibu hamil, bersalin dan bayi baru lahir, sampai anak hingga menjadi dewasa.

Secara harfiah, pengertian Rumah sakit (hospital) adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Sedangkan Rumah Sakit Ibu dan Anak adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada dibawah pengawasan dokter dan atau bidan senior.
Masalah kesehatan ibu dan anak kini terus berkembang. Ini menuntut kemampuan dan profesionalisme kalangan medis untuk mengatasinya. Layanan medis yang tepat, cepat, dan akurat, sangat diharapkan masyarakat. Sebab kesehatan menjadi salah satu hal terpenting yang tengah menjadi sorotan sekaligus kebutuhan masyarakat.

Maka diharapkan dengan dibangunnya sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan fasilitas yang cukup lengkap dan disertai tenaga medis handal akan menjawab sebagian tuntutan masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan terbaik. Untuk menjawab permintaan tersebut maka RSIA Healthy mencoba untuk memberikan pelayanan khusus kepada ibu dan anak dengan menggunakan fasilitas terbaik dan selalu menjaga kualitas rumah sakit. Diantara fasilitas yang ditawarkan, terdapat program unggulan diantaranya adalah program bayi tabung dan teknologi water birth.

Pembangunan RSIA Healthy ini ditujukan untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya, terutama untuk masyarakat Jakarta Selatan dengan kelas menengah keatas. Hal ini berkaitan dengan tingkat perekonomian masyarakat pada daerah Pejaten dan sekitarnya yang pada umumnya merupakan masyarakat dengan tingkat pendapatan yang cukup tinggi sehingga menginginkan tingkat pelayanan dan kenyamanan yang lebih untuk berbagai hal. Namun, selain itu, tidak menutup kemungkinan masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk berobat ke RSIA Healthy.

Pada akhirnya diharapkan RSIA Healthy dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh masyarakat terutama kaum ibu dan anak dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.



TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan dari pelaksanaan feasibility study adalah untuk menentukan kelayakan suatu proyek, dalam hal ini untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan Rumah Sakit Ibu Dan Anak di daerah Pejaten. Didalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.

Bila dilihat dari segi proyek, studi kelayakan merupakan suatu cara dari owner/investor terkait dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya.

Sedangkan dari sisi stakeholder, hasil studi diharapkan bermanfaat untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek pembangunan RSIA Healthy dikemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.

PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.


Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Gedung Perkantoran

LATAR BELAKANG

Memasuki era globalisasi, dunia bisnis di Indonesia terus berkembang. Untuk mendukung perkembangannya dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Gedung perkantoran sebagai sarana atau media operasional dari bisnis itu sendiri tentu saja akan selalu dibutuhkan.
Setelah tahun 1997, penyerapan perkantoran terus meningkat dan mencapai puncaknya pada awal tahun 2008. Memang pada pertengahan sampai akhir tahun 2008 penyerapan perkantoran sempat menurun akibat krisis global yang menyebabkan kenaikan harga BBM di Indonesia. Namun, seiring dengan diturunkannya harga BBM sejak bulan Desember tahun 2008 yang lalu, maka kemampuan konsumen akan kembali meningkat sehingga kebutuhan konsumen akan perkantoran pun akan meningkat pula.

Untuk itulah maka investor berencana untuk menambah jumlah gedung perkantoran di kota Jakarta untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan perkantoran, mengingat Jakarta adalah pusat bisnis di Indonesia. Gedung perkantoran “Magna Building” ini akan berlo
kasi di kawasan Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara yang merupakan salah satu kawasan bisnis di Jakarta Utara. Kawasan ini juga memiliki akses transportasi umum yang cukup memadai sehingga memudahkan mobilitas dari staf dan pegawai kantor. Rencana pembangunan gedung perkantoran baru ini tentu saja dilatarbelakangi oleh keinginan investor untuk menginvestasikan dana yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang setimpal sehingga proyek pembangunannya layak untuk dijalankan. Dengan adanya laporan feasibility study ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan rekomendasi kepada investor tentang proyek yang dikaji apakah benar-benar layak atau tidak dilihat dari berbagai aspek.


MAKSUD DAN TUJUAN


Studi kelayakan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan gedung perkantoran di kawasan Mampang. Hasil studi ini diharapkan bermanfaat bagi para stakeholder untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung perkantoran tersebut di kemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana.


PS:
Contoh ini merupakan hasil tugas besar mahasiswa/i saya di Universitas Indonesia, kekhususan Manajemen Konstruksi, program sarjana reguler untuk mata kuliah proyek pada semester 8.


Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini : download here

Studi Kelayakan Coffee Prince


Latar Belakang

Seperti yang dapat kita lihat, di negara maju ini, masyarakat dituntut untuk bekerja lebih keras dan memanfaatkan setiap waktu yang ada. Bahkan bagi seorang pekerja jika perlu waktu makan siang dan jam pulang kantor pun dapat digunakan untuk berbisnis guna meningkatkan profit perusahaan dan menjadi lebih produktif. Hal seperti ini biasanya akan membuat seorang pekerja berada di bawah tekanan yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan stress, dan kinerja pun dapat menurun. Begitu pula dengan mahasiswa yang dituntut untuk belajar lebih keras sehingga tidak ada waktu untuk bersantai, karena persaingan kerja yang semakin ketat menuntut para mahasiswa untuk bersaing memperebutkan nilai terbaik guna mendapatkan posisi kerja yang terbaik. Dengan memperhatikan kebiasaan masyarakat yang seperti ini, kami melihat sebuah peluang investasi yang cukup menjanjikan dari bidang usaha yang kami pilih, sehingga kami memutuskan untuk mendirikan sebuah coffee shop yang kami namakan “The Prince Coffee Shop”.

Mengapa dinamakan The Prince Coffee Shop? The Prince, yang artinya pangeran, disini melambangkan setiap service yang kami sediakan oleh manajemen coffee shop adalah dengan memberikan kehangatan dan ketulusan hati terhadap pelanggan layaknya melayani seorang pangeran, sehingga kami selalu berusaha untuk mengerti dan memahami keadaan psikologi setiap individu, dengan menempatkan diri dalam posisi setiap individu yang menjadi target pasar kami. Selain itu, kami berusa mencari dan mencoba memenuhi apa yang dapat meringankan beban mereka, apa yang mereka butuhkan agar di sela-sela kesibukan mereka pun tetap dapat menikmati indahnya hidup ini, kami melakukan semuanya dengan ketulusan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tetapi tercermin secara nyata dalam setiap service yang kami sediakan, dalam keharuman setiap cangkir kopi yang kami sajikan, dalam suasan coffee shop yang membawa kedamaian dan ketenangan, kami menyediakan semua yang terbaik untuk customer, dan yang berasal dari hati kami yang terdalam yang bisa kami berikan.


The Prince Coffee Shop, sebuah coffee shop yang dapat memberikan suasana baru yang dapat menenangkan pikiran dan jiwa, dengan rasa kopi yang beraneka ragam, keharuman kopi yang menggiurkan, disertai dengan menu pelengkap yang menggoda selera, serta didukung dengan suasan nyaman yang tercipta dari interior coffee shop yang kami tata sedemikian rupa sehingga memancarkan ketenangan dan kenyamanan serta berada dalam alam terbuka, diiringi dengan musik lembut yang dapat menciptakan suasana tenang bagi peminat yang berada di dalamnya. Coffee shop ini juga kami rancang sedemikian rupa hingga bisa dijadikan tempat untuk berbicara masalah bisnis karena dilengkapi dengan akses free hot spot untuk internet, sekedar duduk sambil menikmati suasana, perkumpulan mahasiswa, acara keluarga, ataupun sebagai tempat sarapan dan bersantai di sore hari.

Selain itu, The Prince Coffee shop juga menyediakan service guna memenuhi kebutuhan masyarakat di jam-jam sibuk dengan disediakannya beberapa Mobile Coffee Shop. Sebuah kendaraan yang membawa seluruh kehangatan coffee shop dan dapat ditemui di beberapa titik tempat keramaian yang banyak dikunjungi orang terutama dalam jam-jam sibuk seperti di daerah perkantoran dan perkuliahan. Membagikan kenyamanan, kehangatan serta kesegaran yang dibutuhkan masyarakat di saat jam-jam sibuk mereka. Kendaraan yang didesain sedemikian menarik yang mencerminkan arti terdalam dari “The Prince Coffee Shop” itu sendiri. Dengan segala cintanya yang dibawa bersama dan dibagikan kepada setiap individu yang ditemui, Mobile Coffee shop ini menyediakan berbagai macam minuman kopi baik hangat maupun dingin.

Tujuan

Studi ini dimaksudkan untuk menganalisa secara jelas dan detail semua aspek dari segala bidang guna mencari tahu kelayakan dan manfaat bagi masyarakat dalam usaha pendirian sebuah usaha bisnis coffee shop, dan mengetahui apakah bisnis ini merupakan investasi yang menguntungkan atau tidak. Tujuan dari studi kelayakan ini adalah untuk menghindari terjadinya risiko kegagalan atau mengurangi kemungkinan keterlanjutan investasi yang merugikan. Dan tujuannya dibuat usaha coffee shop ini adalah untuk menyediakan service yang menyediakan tempat kumpul sambil menikmati harumnya dan kehangatan kopi guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sela-sela kesibukan mereka.

Ps:
Diolah dari Buku Studi Kelayakan Ahmad Subagyo

Mau laporan lengkapnya?? klik aja disini: download here

Tuesday, August 11, 2009

Studi Kelayakan

Studi kelayakan adalah penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut dilaksanakan. Studi kelayakan dapat dilakukan untuk menilai kelayakan investasi baik pada sebuah proyek maupun bisnis yang sedang berjalan.

Studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan sebuah proyek yang akan dijalankan disebut studi kelayakan. Sebagai contoh kelayakan proyek jalan tol, kelayakan proyek pembangunan town house. dll. Sedangkan studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan dalam pengembangan sebuah usaha disebut studi kelayakan bisnis. Sebagai contoh studi kelayakan coffee shop, studi kelayakan penyewaan lapangan futsal, dll.

Studi kelayakan bila diletakkan pada objek pendirian sebuah usaha baru disebut kelayakan proyek. Jika objeknya adalah pengembangan usaha - berarti usaha sudah berjalan, namun direncanakan ada pengembangan - studi kelayakannya disebut studi kelayakan bisnis.

Ide bisnis memiliki bermacam-macam bentuk, antara lain:
  1. Pendirian usaha baru
  2. Pengembangan usaha yang sudah ada, seperti merger, penambahan modal, penggantian teknologi, pembukaan kantor baru/cabang/perwakilan dan sebagainya.
  3. Pembelian perusahan dengan cara akuisisi

Istilah-istilah yang sering digunakan dalam pembahasan studi kelayakan:
  1. Objek studi kelayakan, yaitu proyek yang akan dijadikan sasaran dalam studi kelayakan. Misalnya, ada rencana untuk mendirikan sebuah resort di Kepulauan Seribu, calon investor meminta kepada tim ahli (konsultan) untuk mengadakan studi kelayakan: Apakah mendirikan resort tersebut layak atau tidak? Objek studi kelayakan dalam kasus ini adalah "Pendirian Resort". Objek studi kelayakan terbagi dalam 3 (tiga) jenis berbeda, yaitu: Pendirian, berarti objek yang diteliti merupakan usaha yang baru akan didirikan. Pengembangan, berarti objek yang dikaji usahanya sudah berdiri dan mempunyai rencana untuk dikembangkan terutama pada aspek-aspek tertentu, misalnya pembelian teknologi baru karena adanya peningkatan permintaan pasar. Objek ini sering kali digunakan untuk kelengkapan proposal permohonan kredit di perbankan. Merger atau akuisisi, berarti objek merupakan usaha yang sudah berdiri dan akan digabungkan atau diambil ahli perusahaan lain. Studi kelayakan ini dilakukan biasanya untuk bahan dalam due dilligent.
  2. Produk studi kelayakan, yaitu produk barang dan produk jasa. Sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan menghasilkan produk barang, sedangkan sektor jasa menghasilkan produk jasa, antara lain angkutan, penginapan, wisata, reparasi, pendidikan, kesehatan dan perbankan.
  3. Analisa studi kelayakan, yaitu orang yang melaksanakan pekerjaan studi kelayakan. Analis studi kelayakan ini bisa perorangan atau tim.
  4. Alat analisis studi kelayakan, yaitu teknik yang terdapat dalam berbagai disiplin ilmu yang digunakan untuk memecahkan masalah, misalnya metode judgement, metode kausal, metode ekstrapolasi, metode rasio, dan sebagainya. Pada kasus pemasaran, misalnya untuk mengetahui kecenderungan permintaan atas produk tertentu di masa yang akan datang, dilakukan analisis trend dengan menggunakan alat analisis Trend Linear.
  5. Aspek studi kelayakan, yaitu pokok bahasan yang terdapat dalam studi kelayakan dan membahas secara spesifik dari sudut pandang disiplin ilmu tertentu. Aspek-aspek yang dibahas antara lain: aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis produksi dan teknologi, aspek manajemen, aspek hukum, aspek lingkungan dan aspek keuangan.

Friday, January 16, 2009

Aspek-aspek Studi Kelayakan

1. Aspek Pasar dan Pemasaran

Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis aspek pasar bertujuan antara lain untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan, dan market-share dari produk bersangkutan. Pembahasan aspek-aspek studi kelayakan diawali dengan aspek pasar dan pemasaran. Alasannya mengapa aspek ini diletakkan pada awal pembahasan sistematika studi kelayakan, antara lain:
  • Produk yang dihasilkan perusahaan harus marketable. Jika tidak, sebaiknya kegiatan analisis studi kelayakan dihentikan.
  • Kecenderungan permintaan atas produk yang akan dihasilkan harus menunjukkan adanya kenaikan. Jika menurun, sebaiknya proses studi kelayakan untuk pendirian dihentikan, kecuali jika tujuan objek studi adalah pengembangan.
  • Kandungan material produk tidak mengandung unsur yang dilarang negara ataupun agama. Jika ada ditinjau dari aspek hukum, tidak akan direkomendasikan dan harus dihentikan.
  • Aspek teknis dan kronologis sangat ditentukan oleh hasil rekomendasi aspek pasar, terutama yang berkaitan dengan pemilihan alat dan mesin.

2. Aspek Teknis dan Teknologi
  • Aspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis tersebut selesai dibangun/didirikan. Berdasarkan analisis ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk start up cost/pra operasional proyek yang akan dilaksanakan.
  • Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang diperlukan dan bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan. Untuk bisnis industri manufaktur, misalnya, perlu dikaji mengenai kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan dan mesin, lokasi pabrik, dan tata-letak pabrik yang paling menguntungkan. lalu dari kesimpulan itu, dapat dibuat rencana jumlah biaya pengadaan harta tetapnya.

3. Aspek Sumber Daya Manusia
  • Aspek ini membutuhkan daya imajinasi tinggi untuk membayangkan bentuk organisasi apa yang akan dibangun kelak ketika berdiri. Setelah gambaran organisasi terbentuk dengan segala kelengkapannya, selanjutnya dianalisis proses pengadaan sumber daya manusianya untuk menduduki dan memegang bagian dan fungsi organisasi sesuai dengan yang direncanakan.

4. Aspek Hukum dan Legalitas

Beberapa faktor yang dijadikan dasar dalam penilaian kelayakan, yaitu:
  • Badan hukum apa yang paling sesuai untuk dijadikan bentuk formal badan usaha yang akan didirikan
  • Komoditas usaha termasuk jenis barang dagangan (komiditas) yang diperbolehkan atau dilarang undang-undang
  • Cara berbisnisnya melangga hukum agama atau tidak
  • Teknis operasional mendapatkan izin dari instansi/ departemen/dinas terkait atau tidak.

5. Aspek Ekonomi dan Keuangan

Ada beberapa sumber data penting yang akan digunakan, yaitu:
  • Data awal aspek pasar dan pemasaran berupa: proyeksi penjualan/permintaan, harga produk, dan anggaran (biaya) pemasaran.
  • Data operasi dan produksi, berupa: rencana lokasi baik sewa maupun beli, harga pokok produksi (bahan baku, TKL, bahan pembantu), dan rencana pengadaan mesin, peralatan, teknologi yang digunakan.
  • Data personalia, berupa: rencana biaya perekrutan, biaya pelatihan, biaya upah tetap, tunjangan-tunjangan, dan lain-lain.
  • Legalitas, berupa: biaya notaris, biaya perizinan prinsip (misal, DepKeu, DepDag, DepAg, DepHut, DepHub, DepKeh, DepKes, DikNas dll), biaya perizinan operasional (Pemda).

Project Management Training Public Schedule